greenboy_sagitarius

welcome

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

MAKNA HIJAU




sedari dulu, akuh mank suka warna hijau. en ternyata akuh dapat info tentang hijau, terutama banget hijau memang warna yang cocok dengan type oranf sepertikuh.. bagi anda yang memiliki gejala seperti

1. Pemarah
2. Sering stressz
3. sedikit gila
4. sering lepas kendali

mungkin terapi warna hijau bisa berguna tuh, kayak akuhh hahahaha

tau g?? ternyata kata hijau (green) memiliki banyak makna, ungkapan, serta mewakili simbol-simbol tertentu. Beberapa bahasa di dunia ternyata juga mengungkapkan warna hijau & biru dalam satu terminologi (satu kata yang sama).

Hijau menyejukkan, tanpa disadari ternyata warna yang banyak dijumpai pada daun-daun ini bisa mengurangi stress. Penelitian menunjukkan bahwa warna hijau memberikan rasa teduh pada mata, dan lingkungan yang hijau dapat mengurangi kelelahan.

Kata hijau (green) sangat berkaitan erat dengan kata kerja growan (Bahasa Inggris kuno; to grow), yang digunakan untuk menggambarkan tanaman atau lautan. Di Amerika, hijau dikonotasikan dengan uang, kemakmuran, dan kapitalisme. Hijau digunakan juga sebagai pertanda proses yang aman, misalnya di traffic light.

EmeraldSejumlah batu mineral berwarna hijau, termasuk batu emerald (warna hijaunya berasal dari chromium). Penyumbang warna hijau terbesar di bumi adalah klorofil (zat hijau daun).

Dalam kultur masyarakat dunia, hijau memiliki arti yang luas dan bahkan bisa bertolak belakang maknanya satu sama lain. Dalam beberapa kultur, hijau merupakan simbol harapan, pertumbuhan, regenerasi, kesuburan, dan kelahiran. Sementara dalam kultur yang lain, hijau diasosiasikan dengan kematian, penyakit, atau iblis.

Beberapa kelompok politik saat ini menggunakan warna hijau sebagai simbol perlindungan lingkungan & simbol keadilan sosial. Mereka menamakan diri sebagai green movement atau green parties. Banyak frase dalam bahasa Inggris yang menggunakan kata hijau (green):

* the putting green; the green: daerah rumput di sekitar lubang (hole) lapangan golf, yang dipotong pendek (CMIIW) :D
* Seseorang yang pandai bercocok tanam –> He has a green thumb (or green fingers)
* green arround the gills: menggambarkan orang yang kelihatan sakit atau pucat
* greenhorn: orang yang tidak berpengalaman
* A company is greenwashing: perusahaan yang (dalam iklannya) mengisukan tindakan-tindakan positif terhadap lingkungan hidup
* green with envy: ungkapan untuk orang yang sedang emosi (marah), pertama kali dideskripsikan oleh William Shakespeare dengan istilah “green-eyed monster” dalam Othelo dan The Merchant of Venice.

Beberapa frase dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata hijau (ijo):

* lahan hijau: lahan yang digunakan untuk ditanami pohon-pohonan
* penghijauan: reboisasi; penanaman sejumlah pohon
* matanya hijau: mata duitan
* lampu hijau: pertanda disetujui; isyarat boleh berjalan di traffic light
* kacang ijo: sejenis kacang-kacangan berwarna hijau, buat bikin bubur kacang ijo
* buto ijo: mitos raksasa yang kulitnya berwarna hijau. Saudara sepupunya The Hulk, kali. :P
* kolor ijo: sosok makhluk gaib fiktif yang sempat menggegerkan media massa, ternyata hanya isapan jempol belaka
* kutang ijo: ya kutang yang berwarna ijo. :-))

Dalam kisah Mesir Kuno, warna hijau menjadi simbol kebangkitan dan keabadian. Dewa Osiris dideskripsikan memiliki kulit berwarna hijau. Cerita abad pertengahan melukiskan warna hijau sebagai representasi dari cinta. Dalam dongeng rakyat Inggris, hijau dikenal sebagai pertanda ilmu sihir, dunia iblis, dan kejahatan. Dalam tradisi bangsa Celtic (Kelts), warna hijau dihindari untuk warna pakaian karena berkaitan dengan takhayul ketidakberuntungan & kematian. Di Inggris pun kurang lebih sama, hijau dianggap sebagai warna ketidakberuntungan. Di Amerika Serikat (selama tahun 1960-an), diyakini secara luas bahwa jika seseorang mengenakan pakaian warna hijau pada hari Selasa dianggap homoseksual.

Dalam kebudayaan China kuno, warna hijau adalah lambang untuk Timur & Kayu; salah satu dari lima warna utama. Banyak negara di Afrika yang menggunakan warna hijau untuk bendera kebangsaan, yang melambangkan kekayaan alam Afrika. Beberapa negara Islam juga demikian. Hijau dianggap sebagai warna tradisi untuk agama Islam. Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Insan, digambarkan bahwa para penghuni surga mengenakan pakaian dari sutera berwarna hijau. Nabi Khidir diistilahkan dengan sebutan “The Green One”. Sejumlah partai Islam di Indonesia juga menggunakan bendera berwarna hijau. Ada istilah ijo royo-royo, menggambarkan kondisi & suasana islamisasi secara massive.

Dalam Hindu, warna hijau digunakan sebagai simbol keempat, chakra hati (Anahata). Para pendeta Katolik Roma & Protestan tradisional mengenakan jubah hijau pada upacara kebaktian selama Ordinary Time. Orang yang memiliki aura berwarna hijau dinilai sebagai tipikal orang yang cocok dengan pekerjaan di bidang kesehatan (dokter atau perawat), dan suka dengan hal-hal yang natural.

Ternyata, banyak bahasa di dunia yang mengungkapkan warna hijau & biru dalam satu terminologi (satu kata yang sama) :
xanh (Vietnam); kʰiaw (Thailand); qīng (China kuno); pureuda (Korea); ao (Jepang); glas (Kelts); şîn (Kurdi); luhlaza (Zulu); yax (Maya); tĥo (Lakhota Sioux); sumese (Yebamasa/Tucano-Colombia); biru (Madura).
Untuk membedakannya, ada yang menggunakan kata keterangan tambahan “daun” (hijau) & “laut atau langit” (biru).

0 komentar:

Poskan Komentar